Kisah Perseteruan antara Manusia dan Setan

Perseteruan antara manusia dan setan bermula ketika setan tidak menaati perintah Allah untuk bersujud kepada Adam. Maka Allah mengusir dan melaknatnya. Lalu setan bersumpah di hadapan Allah bahwa dia akan menyesatkan Adam dan keturunannya selama dia mampu. Al-Qur‘an menjelaskan,

Iblis menjawab, ”Demi kekuasaan Engkau aku akan menyesatkan mereka semuanya. Kecuali hamba-hamba-Mu yang mukhlas di antara mereka. (Shad [38]: 83)

Pada babak perseteruan pertama, setan melakukan penyesatan pada kedua orang tua manusia dan dia berhasil menggoda keduanya lalu mengeluarkannya dari surga. Allah swt menjelaskan,

Dan sungguh telah Kami pesankan kepada Adam, tetapi dia lupa, dan Kami tidak dapati kemauan yang kuat padanya. 

Dan (ingatlah) ketika Kami berkata kepada malaikat, “Sujudlah kamu kepada Adam”, maka mereka sujud kecuali iblis Dia membangkang. 

Maka Kami berkata, ”Hai Adam, sesungguhnya ini (iblis) adalah musuh bagimu dan bagi istrimu, maka sekali kali janganlah sampai dia mengeluarkan kamu berdua dari surga, yang menyebabkan kamu menjadi celaka.

Sesungguhnya kamu tidak akan kelaparan di dalamnya dan tidak akan telanjang.

Dan sesungguhnya kamu tidak akan merasa dahaga dan tidak (pula) akan ditimpa panas matahari di dalamnya.”

Kemudian setan membisikkan pikiran jahat kepadanya, dengan berkata, “Hai Adam, maukah saya tunjukkan kepada kamu pohon khuldi dan kerajaan yang tidak akan binasa.?”

Maka keduanya memakan dari buah pohon itu, lalu nampaklah bagi keduanya aurat-auratnya dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun (yang ada di) surga, dan durhakalah Adam kepada Tuhan dan sesatlah dia.

Kemudian Tuhannya memilihnya maka Dia menerima taubatnya dan memberinya petunjuk.

Allah berfirman, ”Turunlah kamu berdua dari surga bersama-sama, sebagian kamu menjadi musuh sebahagian yang lain. Maka jika datang kepadamu petunjuk-Ku, lalu siapa yang mengikuti petunjukKu, dia tidak akan sesat dan dia tidak akan celaka.” (Thaha [20]: 115-123)

Setelah turun ke bumi, Adam dan keturunannya menghadapi tipu daya setan yang selalu berusaha untuk menyesatkan anak cucu Adam. Setan telah mempergunakan berbagai macam senjata, di antaranya:

1. Kemampuannya dalam menghiasi dan menggoda. Allah swt berfirman,

Iblis berkata, ”Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan maksiat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya.” (al-Hijr [15]: 39)

Dalam ayat lain Allah swt berfirman,

Demi Allah, sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul Kami kepada umat-umat sebelum kamu, tetapi setan menjadikan umat-umat itu memandang baik perbuatan mereka (yang buruk), maka setan menjadi pemimpin mereka di hari itu dan bagi mereka azab yang pedih. (an-Nahl [16]: 63)

2. Berbohong dan menipu.

Allah swt menjelaskan,

Dan setan berkata, “Tuhan kamu tidak melarangmu dari mendekati pohon ini, melainkan supaya kamu berdua tidak menjadi malaikat atau tidak menjadi orang yang kekal (dalam surga .” (al-A’raf [7]: 20)

Dalam ayat lain Allah swt berfirman,

Setan itu memberikan janji-janji kepada mereka dan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka, padahal setan itu tidak menjanjikan kepada mereka selain dari tipuan belaka. (an-Nisa“ [4]: 120)

Allah swt juga berfirman,

Setan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir), sedang Allah menjanjikan untukmu ampunan daripada-Nya dan karunia. Dan Allah Maha luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui. (al-Baqarah [2]: 268)

3. Setan dapat melihat kita sedangkan kita tidak dapat melihat mereka. Allah swt menjelaskan,

Hai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh setan sebagaimana dia telah mengeluarkan kedua ibu bapakmu dari surga, dengan menanggalkan pakaian keduanya untuk memperlihatkan aurat keduanya. Sesungguhnya dia dan para pengikutnya melihat kamu dari suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan setan-setan itu pemimpin bagi orang-orang yang tidak beriman. (al-A’raf [7]: 27)

4. Setan mengalir dalam tubuh kita laksana darah.

Rasulullah saw menjelaskan, Sesungguhnya setan itu mengalir dalam diri anak Adam laksana aliran darah. (HR Bukhari & Muslim)

5. Setan mampu mencuri pendengaran tentang (takdir) yang tertulis di langit. 

“Aisyah ra meriwayatkan bahwa sesungguhnya dia mendengar Rasulullah saw bersabda, Sesungguhnya malaikat turun di awan dan menyebutkan hal-hal yang telah ditakdirkan di langit. Setan mencuri pendengaran tentang hal itu dan dia berhasil mendengar. Lalu dia memberitahukan hal itu kepada para dukun dan akhirnya mereka meracik seratus kebohongan dari diri mereka sendiri (kepada orang lain). (HR Bukhari & Muslim)

Kendatipun setan memiliki banyak senjata seperti di atas, namun tipu daya setan cukup lemah dan sangat lemah seperti dijelaskan oleh Allah swt, Sesungguhnya tipu daya setan itu adalah lemah. (an-Nisé’ [4]: 76) 

Hal itu dapat terwujud apabila seorang muslim memohon perlindungan kepada Tuhannya, bersenjatakan dengan iman dan tidak menyerah dengan godaan setan yang terkutuk. Allah swt berfirman,

Dan jika kamu ditimpa suatu godaan setanmaka berlindunglah kepada Allah. Sesungguhnya Allah maha mendengar lagi maha mengetahui (QS.7 : 200).

Bersambung … Insya Allah

Advertisements

One response to “Kisah Perseteruan antara Manusia dan Setan

  1. Assalamualaikum wr.wb,

    gimana iblis masuk surga lagi iya sedangkan dia sudah terusir?

    wassalamualaikum wr.wb,

    ustad sayyid

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s