Sunah Harian Nabi SAW

Setiap manusia seharusnya mengetahui bahwa Allah SWT telah menyeru agar beribadah dan beramal saleh sebaik

dan sebanyak mungkin. Agar kita menjadi pribadi yang bertakwa. setidaknya sunah harian Nabi SAW yang bisa kita contoh dan amalkan dalam keseharian antara lain pertama, zikir pagi dan sore.

Allah SWT berfirman. “Dan sebutlah (nama) Rabbmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut dan dengan tidak mengeraskan suara di waktu pagi dan petang dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai.” [QS al” A’raf: 2051].“

Kedua, merutinkan shalat Dhuha. Nabi SAW bersabda, “Pada pagi hari setiap persendian kalian diwajibkan sedekah, setiap ucapan tasbih itu bernilai satu sedekah. setiap kalimat tahmid itu bernilai satu sedekah. satu ucapan tahlil bernilai satu sedekah. satu ucapan takbir bernilai satu sedekah. memerintah yang makruf satu sedekah. mencegah yang mungkar satu sedekah. Dan semua itu bisa diganti dengan dua rakaat shalat Dhuha.” (HR Muslim].

Ketiga, shalat berjamaah tepat waktu. Saking pentingnya shalat berjamaah tepat waktu ini, sampai-sampai Nabi SAW bersabda. “Kalau saja manusia tahu pahala panggilan shalat dan shaf awal. kemudian mereka tidak bisa mendapatkannya selain harus dengan mengundi. pasti mereka akan mengundi.“

[HR Muslim].

Keempat, menjaga shalat rawatib. Dalam sebuah hadis disebutkan. “Tidaklah seorang hamba melakukan shalat sunah dengan ikhlas lillahi ta ‘ala setiap hari sebanyak 12 rakaat melainkan pasti Allah akan membangunkan rumah di surga” (HR Muslim)

Kelima, membaca Alquran. Membaca Alquran adalah zikir terbaik yang akan mendatangkan banyak kebaikan bagi yang membacanya.

Keenam, selalu berusaha dalam kondisi suci.

Ketujuh. sedekah harian. Nabi SAW bersabda. “Bersedekahlah saat kamu dalam kondisi sehat, kikir, takut miskin, dan sedang berharap menjadi kaya, tidak menunda sampai nyawa di tenggorokan baru kamu berkata, ‘Aku sedekahkan ini untuk si fulan segini,” padahal itu sudah menjadi bagian si fulan (ahli warisnyai).” [HR Bukhari).

Delapan, istighfar minimal 100 kali. Tentang meminta ampun ini, Nabi SAW bersabda, “Demi Allah, aku selalu beristighfar dan bertobat kepada-Nya lebih dari 70 kali dalam sehari.“[HR Muslim].

Nabi yang sudah maksum saja masih memohon ampun kepada Allah, lalu bagaimana dengan kita? Semoga kita bisa mengamalkan sunah-sunah harian Nabi SAW tersebut.

Sumber : Republika 12 Oktober 2016

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s