JASTA memungkinkan keluarga korban serangan 11 September 2001 menuntut Arab Saudi

WASHINGTON, 
Rancangan undang-undang Justice Against Sponsors of Terrorism Act (JASTA) diyakini bakal menjadi undang-undang setelah lolos di Kongres Amerika Serikat (AS), Rabu (28 /9). JASTA memungkinkan keluarga korban serangan 11 September 2001 menuntut Pemerintah Arab Saudi. 

Langkah Kongres ini berarti menolak veto Presiden AS Barack Obama yang menentang JASTA. ini penolakan veto yang pertama kalinya dalam dua periode kepemimpinan Obama. 

Kongres AS yang mengenal sistem bikameral mengikuti hasil pemungutan di dua kamar, yaitu House of Representative dan Senat. Pemungutan suara di House menunjukkan 348 menolak veto dan Ti suara mendukung, sedangkan dj Senat 97 orang menolak dan 1 orang setuju. 

“Ini menjadi bahaya yang belum pernah ada sebelumnya dan ini adalah contoh mengapa kita harus melakukan sesuatu yang sulit,” kata Obama kepada CNN. 

JASTA membuka pintu bagi mereka untuk menuntut Pemerintah Arab Saudi yang dituduh berperan dalam serangan 9/11. Hampir 3.000 orang tewas dalam serangan tersebut… Namun, Obama mengatakan, JASTA bisa membuat orang di seluruh dunia juga menuntut Pemerintah AS. 

Direktur Badan Intelijen Pusat (CIA) John Brennan sepakat dan mengatakan UU tersebut akan membawa implikasi mengerikan pada keamanan nasional AS. “Potensi kerugiannya sangat besar,” kata Brennan dikutip BBC. 

Meski demikian, keluarga korban dan pengacara mereka menampik kekhawatiran Obama. Ketua 9/ 11 Families & Survivors United for Justice Against Terrorism Terry Strada menyambut gembira putusan Kongres. “Kami menunggu saat-saat berada di pengadilan dan mendapat jawaban siapa sebenarnya yang berada di balik serangan itu,” kata Strada. 

Senat dan Kongres mengatakan, pengesahan UU dilakukan demi keluarga korban 9 / 11. Senator New York dari Demokrat, Chuck Schumer, mengatakan, Gedung Putih dan para eksekutif hanya peduli pada hubungan diplomatik. “Kami lebih peduli pada keluarga korban dan keadilan,” kata Schumer. 

Juru bicara Gedung Putih, Josh Earnest, mengatakan kepada reporter, putusan Senat dan Kongres itu adalah satu hal paling memalukan yang pernah mereka lakukan sejak 1983. : 

“Ini adalah sebuah pelepasan tanggung jawab dasar mereka sebagai wakil-wakil terpilih dari rakyat Amerika,” katanya. 

Sebanyak 19 pelaku pembajakan empat pesawat saat 9 / 11 berkewarganegaraan Saudi. Namun, pemerintahan dan kerajaan negeri kaya minyak itu menyangkal segala tuduhan keterlibatan pemerintahan mereka. Intelijen AS meningkatkan kecurigaan terkait koneksi para pembajak. 

Sejauh ini, tidak ada bukti yang mendukung mereka didanai secara finansial oleh pejabat Saudi. Hingga berita ini ditulis, Saudi masih belum merespons permintaan kometar dari Aljazirah. 

Fase baru Arab Saudi 

Seorang pengamat senior dari Watson Institute for International and Public Affairs di Brown University, Stephen Kinzer, mengatakan, hubungan AS-Saudi telah memasuki fase baru. Hubungan delapan dekade dua negara dekat ini menghadapi cobaan. 

Pengamat lain memperingatkan, Arab Saudi bisa merespons dengan telak. Mereka bisa menarik triliunan dolar dari ekonomi AS. Mereka juga bisa memengaruhi sekutu dekat di negara-negara Teluk untuk mundur  dari segala hubungan. Mulai dari upaya kontraterorisme, investasi, hingga akses AS ke basis militer regional di wilayah. 

“Ini seharusnya jelas bagi Amerika dan seluruh dunia, bahwa ketika satu negara teluk jadi target, maka negara Teluk lain akan membelanya,” kata Abdulkhaleq Abdullah, pakar Teluk Emirat dan profesor ilmu politik di United Arab Emirates University. 

Menurut dia, semua negara Gulf Cooperation Council (GCC) akan mendukung Arab Saudi dengan segala cara yang memungkinkan. Pemerintah Saudi telah mendanai lobi berkelanjutan untuk menentang JASTA. 

Perusahaan-perusahaan besar AS, termasuk General Electric dan Dow Chemical, juga melawannya. Uni Eropa dan sekutu AS lain pun tidak mendukung. ‘ 

Di dalam negeri, Menteri Pertahanan Ash Carter berada di sisi Obama. Kandidat Wakil Presiden dari Demokrat yang juga senator, Tim Kaine, juga Senator Bernie Sanders ”tidak memberikan suaranya. 

Sumber Republika, 30 September 2016

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s