Kanker dan Kesehatan Spiritual

Diagnosis kanker sering kali menjadi kiamat kecil bagi seorang pasien. Selain kekhawatiran tentang peluang kesembuhan yang tipis, bayangan muram tentang besarnya biaya yang harus dikeluarkan juga menambah beban bagi pasien dan keluarganya.

Bagi pasien yang masih berusia relatif muda, kesedihan karena akan meninggalkan anak-anak yang masih kecil juga menjadi kebimbangan tersendiri. Dengan semua kondisi tersebut, tidak heran jika kanker menjadi salah satu ancaman kesehatan paling menakutkan bagi setiap orang. Kesadaran tentang penyakit kanker, cara mengatasi, dan bagaimana pencegahannya dikampanyekan di seluruh dunia, terutama pada setiap bulan Februari. Setiap 4 Februari yang diperingati sebagai Hari Kanker Sedunia menjadi momentum spesial untuk meng- edukasi seluruh masyarakat tentang penyakit kanker.

Pada tahun ini, tema yang diambil dalam peringatan Hari Kanker Sedunia adalah “We can, I can.” Artinya, bagaimana semua orang baik secara individu maupun komunitas mampu berbuat untuk mencegah dampak dan beban yang luar biasa dari penyakit kanker.

Dalam penelitian yang dilakukan institut riset kanker Amerika, biaya yang dikeluarkan untuk perawatan pasien kanker merupakan yang paling besar dibandingkan perawatan penyakit lainnya. Biaya perawatan pasien kanker di Amerika dalam setahun mencapai lebih dari Rp 12 ribu triliun atau enam kali lipat dari total APBN Indonesia.

Beban perawatan pasien kanker tersebut mencapai lima kali lebih besar dibandingkan biaya perawatan korban kecelakaan lalu lintas atau pengobatan pasien diabetes. Dengan beban yang sedemikian besar, dapat dibayangkan apabila jumlah penderita kanker terus-menerus bertambah. Asuransi yang sangat besar, seperti Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS) pun bisa bangkrut dan berakibat menurunnya pelayanan untuk menutupi masalah kesehatan lainnya.

Selain biaya pengobatan yang besar, pasien pengidap kanker dan keluarganya juga dihadapkan pada biaya lain yang jumlahnya tidak sedikit. Biaya yang harus dikeluarkan untuk transportasi ke rumah sakit, biaya penginapan dan kebutuhan makanan bagi keluarga pada saat pasien dirawat, serta peralatan atau pakaian khusus yang harus dibeli merupakan be-berapa biaya tambahan yang juga hasus^iv tanggung oleh keluarga pasien kanker.

Beban-beban ini sering kali menambah kekhawatiran pasien dan keluarganya sehingga upaya pengobatan terhadap pasien sering kali tidak berjalan hingga tuntas. Terhentinya upaya pengobatan tentu akan menambah keluhan medis yang dialami pasien dan semakin menurunkan kualitas hidup pasien serta keluarganya.

Tidak ada pilihan lain yang lebih baik untuk mengatasi kanker selain melakukan upaya pencegahan. Semua elemen masyarakat, mulai dari pemerintah, tenaga medis, dan masyarakat sendiri harus berupaya menghentikan laju penambahan pasien kanker. Kegagalan dalam mencegah terjadinya kanker tidak hanya berdampak buruk bagi pasien dan keluarganya tetapi juga negara yang terus menerus bertambah. Asuransi yang sangat besar, seperti Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS) pun bisa bangkrut dan berakibat menurunnya pelayanan untuk menutupi masalah kesehatan lainnya.

Selain biaya pengobatan yang besar, pasien pengidap kanker dan keluarganya juga dihadapkan pada biaya lain yang jumlahnya tidak sedikit. Biaya yang harus dikeluarkan untuk transportasi ke rumah sakit, biaya penginapan , dan kebutuhan makanan bagi keluarga pada saat pasien dirawat, serta peralatan atau pakaian khusus yang harus dibeli merupakan be-berapa biaya tambahan yang juga hatfu^i” tanggung oleh keluarga pasien kanker

Beban-beban ini sering kali menambah kekhawatiran pasien dan keluarganya sehingga upaya pengobatan terhadap pasien sering kali tidak berjalan hingga tuntas. Terhentinya upaya pengobatan tentu akan menambah keluhan medis yang dialami pasien dan semakin menurunkan kualitas hidup pasien serta keluarganya.

Ajaran agama yang berisi solusi terhadap semua permasalahan hidup ternyata juga sangat relevan dengan upaya pencegahan kanker. Perbaikan akhlak, yang merupakan pesan utama dalam ajaran agama, sama maknanya dengan upaya perubahan gaya hidup yang diperlukan untuk mencegah kanker , dalam lingkup individu dan komunitas.

Hal ini sesuai dengan penelitian lembaga World Cancer Research Fund (WCRF) yang menyatakan perubahan perilaku merupakan kunci dari upaya pencegahan kanker.

Menurut WCRF, sekitar sepertiga dari sebagian besar jenis kanker dapat dicegah dengan menjaga pola makan, mempertahankan berat badan yang sehat, dan melakukan aktivitas fisik reguler.

Cara berjalan Nabi Muhammad SAW, yang digambarkan bagaikan orang yang sedang menapaki jalan menurun, selaras dengan dengan rekomendasi WCRF agar kita melakukan aktivitas fisik, minimal berupa berjalan cepat tidak kurang dari 30 menit sehari.

Larangan mengonsumsi alkohol yang tercantum dalam Alquran juga seiring de¬ngan rekomendasi menghindari minuman beralkohol, yang termasuk sebagai dua perilaku terpenting yang perlu diubah untuk mencegah kanker, selain mengurangi merokok. Pesan-pesan agama yang lain, seperti memakan makanan yang halal dan baik juga sangat relevan dengan rekomendasi menjaga pola makan, yang diketahui dapat mencegah timbulnya kanker secara signifikan.

Sebagaimana definisi sehat yang dikemukakan oleh Kementerian Kesehatan, aspek spiritual merupakan salah satu aspek penting yang harus diperhatikan selain faktor fisik, psikis, dan sosial agar masyarakat dapat hidup sehat secara paripurna. Pemahaman dan penerapan yang mendalam tentang ajaran agama secara komprehensif bukan hanya ter-batas pada aspek ibadah ritual, telah terbukti manfaatnya dalam hal kesehatan, termasuk salah satunya pencegahan kanker. Mari bersama mencegah terjadinya kanker dengan menerapkan pola hidup yang baik sejak dini, sesuai dengan pesan-pesan kebaikan universal dalam ajaran agama.

Sumber : http://www.republika.co.id

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s