Yang Lalu Biarlah Berlalu …

Mengingat dan mengenang masa lalu kemudian bersedih atas nestapa dan kegagalan di dalamnya merupakan tindakan bodoh dan gila, itu sama artinya dengan membunuh semangat, memupuskan semangat dan mengubur masa depan yang belum terjadi.

Bagi orang yang berpikir, berkas berkas masa lalu akan dilipat dan tak pernah dilihat kembali cukup ditutup rapat rapat lalu disimpan dalam ruang pengelupasan, diikat dengan tali yang kuat dalam penjara pengasuhan selamanya atau diletakkan di dalam ruangan gelap yang tak tertembus cahaya, yang demikian karena masa lalu telah berlalu dan habis. Kesedihan takkan mampu mengembalikannya lagi, keresahan takkan sanggup memperbaiki nya kembali dan tidak akan mampu merubahnya menjadi terang dan kegalauan tidak akan dapat menghidupkan kembali karena ia memang sudah tidak ada.

Jangan pernah hidup dalam mimpi buruk masa lalu atau dibawah payung gelap masa silam, selamatkan diri anda dari bayangan masa lalu. Apakah anda ingin mengembalikan air sungai ke hulu, matahari ke tempatnya terbit, seorang bayi ke perut ibunya, air susu ke payudara sang ibu dan air mata ke dalam kelopak mata. Ingatlah keterikatan anda dengan masa lalu, keresahan anda atas apa yang telah terjadi padanya, keterbakaran emosi jiwa anda oleh api panasnya dan kedekatan jiwa anda pada pintunya adalah kondisi yang sangat naif, ironis, memprihatinkan dan sekaligus menakutkan.

Membaca kembali kembali ke masa lalu hanya akan menghapuskan masa depan, mengendurkan semangat dan menyia nyiakan waktu yang sangat berharga.

Dalam Al Quran setiap kali usai menerangkan kondisi suatu kaum apa saja yang telah mereka lakukan, Allah SWT selalu mengatakan “itu adalah umat yang lalu”, begitulah ketika suatu perkara habis maka selesai pula urusannya dan tak ada gunanya mengurai kembali bangkai zaman dan memutar kembali roda sejarah.

Orang yang berusaha kembali ke masa lalu adalah tak ubahnya orang yang menumbuk tepung atau orang yang menggergaji serbuk kayu, syahdan nenek moyang kita dahulu selalu mengingatkan orang yang meratapi masa lalunya : ‘Janganlah engkau mengeluarkan mayat mayat itu dari kuburnya’.

Adalah bencana besar manakala kita rela menghabiskan masa depan dan justru hanya disibukkan oleh masa lalu, itu sama halnya dengan kita mengabaikan istana istana yang indah dengan sibuk meratapi puing puing yang telah lapuk, padahal betapapun seluruh manusia dan jin bersatu untuk mengembalikan semua hal yang telah berlalu niscaya mereka tidak akan pernah mampu sebab yang demikian itu sudah mustahil pada asalnya.

Orang yang berpikiran jernih tidak akan pernah melihat dan sedikit pun menoleh kebelakang, pasalnya angin akan selalu berhembus ke depan, air akan mengalir ke depan, setiap kafilah akan berjalan ke depan dan segala sesuatu bergerak maju ke depan maka itu janganlah pernah melawan sunah kehidupan.

(La Tahzan : Aidh Al Qorni)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s