Hadist tentang Menjaga Lisan

Bersumber dari Bilal bin Al-Harits ra bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya seorang laki-laki benar-benar akan mengucapkan perkataan yang diridhai Allah SWT, sementara ia tidak menduga kuat perkataannya akan mencapai tujuan yang mulia. Kemudian Allah SWT dengannya menulis ridha-Nya untuknya hingga hari kiamat. Dan, sejatinya seorang laki-laki benar-benar akan menyampaikan perkataan yang dimurkai Allah SWT, sementara ia tidak menduga kuat perkataannya akan sampai ke tujuan yang buruk. Kemudian dengannya Allah SWT akan menulis murka-Nya untuknya hingga hari kiamat.”

(Sahih: riwayat Imam Malik, Imam Ahmad, Imam Nasa’i, Imam Tirmidzi, Imam Hakim, dan Imam Ibnu Hibban dalam Sahihnya serta Imam Ibnu Majah. Lihat Sahihul ]ami’ no : 1619).

“Sesungguhnya seorang laki-laki benar-benar akan mengucapkan perkataan yang diridhai Allah SWT yaitu termasuk perkataan yang diridhai dan dicintai oleh-Nya. “Kemudian Allah dengannya menulis ridha-Nya untuknya hingga hari kiamat” yakni sepanjang sisa umurnya dan hingga ia bertemu Allah di hari kiamat kelak. yaitu ia diwafatkan dalam keadaan Islam dan tidak akan disiksa di dalam alam kuburnya dan di Padang Makhsyar tidak akan dihinakan.

“Dan, sesungguhnya seorang laki-laki benar-benar akan menyampaikan perkataan yang dimurkai Allah yaitu pernyataan dan perkataan yang menyebabkan Allah murka kepadanya. “Sementara ia tidak menduga kuat perkataannya akan sampai ke tujuan yang buruk” yaitu tujuan yang dimurkai oleh-Nya. “Kemudian denganny Allah akan menulis murka-Nya untuknya hingga hari kiamat” yakni Dia menyudahi kehidupannya dengan kerugian besar sehingga ia disiksa di alam kuburnya dan terhina di padang Mahsyar sehingga bertemu dengan kebijakan-Nya di hari kiamat. Lalu dihalau ke jurang neraka. Sungguh tempat ini merupakan tempat kembali yang teramat buruk.

Imam Ath-Thayyibi menerangkan, “Maksud dari ‘Allah menulis ridha-Nya’ ini, adalah Dia memberi taufik kepada orang senantiasa berusaha jujui sehingga ia merasa mudah melaksanakan berbagai perbuatan yang diridhai-Nya, misalnya ketaatan-ketaatan dan kesegeraan melaksanakan banyak kebaikan. Akhirnya ia hidup mulia di dunia dan di Akhirat kelak, di alam Barzakh selamat dari azab kubur, bahkan kuburnya diperluas untuknya. Kemudian dikatakan kepadanya, Tidurlah, seperri tidurnya pengantin baru. Tidak ada yang membangunkannya, kecuali keluarganya amat cinta

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s