Perang opini dan saling serang menuju RI-1

Geliat alam demokrasi di Indonesia akhir-akhir ini semakin memanas, dan akan semakin panas menjelang tanggal 09 Juli 2014.

Perang opini dan saling serang antar kubu pasangan capres – cawapres juga semakin ramai di berbagai media cetak, elektronik maupun media sosial.

Hal yang membuat semakin membingungkan masyarakat awam adalah ada semacam strategi lempar bola panas kemudian buru-buru di tarik lagi, bahwa pernyataan itu tidak benar atau meminta maaf atau hal-hal yang lain yang penting bola panas sudah beredar di tengah masyarakat.

Beberapa kejadian – kejadian yang identik dengan strategi lempar bola panas tersebut di antaranya adalah :

1. Pernyataan Prof. Dr. Musdah Mulia terkait capres nomor urut dua Joko Widodo akan menghapus kolom agama di KTP jika menjadi presiden.

Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Hamka Haq menampik pemerintahan Jokowi-JK bakal menghapus kolom agama dalam KTP. “Itu pendapat pribadi Musdah saja,” katanya.

http://www.voa-islam.com/read/indonesiana/2014/06/18/31037/musdah-mulia-jokowijk-janji-hapuskan-kolom-agama-di-ktp/#sthash.7kpXr0VE.dpbs

2. Berita di situs Kompas.com tentang “Ternyata Duta Besar Palestina Dukung Jokowi Jadi Presiden”.

Terkait dengan hal tersebut, situs Kompas.com langsung meralat berita berjudul “Ternyata Duta Besar Palestina Dukung Jokowi Jadi Presiden”. Berita yang sempat dimuat hari Ahad (22/6/2014) tersebut kini berganti judul menjadi “Ralat: Website Antara Diretas, Berita Dubes Palestina Dukung Jokowi Tidak Benar“.

Pada akhir berita, Kompas.com menyatakan “Dengan klarifikasi ini, Kompas.com yang sempat mengutip informasi tersebut memutuskan menghapus seluruh isi konten sesuai pedoman pemberitaan media siber. Dengan ini, redaksi Kompas.com memohon maaf atas tersiarnya informasi yang tidak benar.”
Sumber: http://www.dakwatuna.com/2014/06/23/53588/kompas-com-hapus-berita-ternyata-duta-besar-palestina-dukung-jokowi-jadi-presiden/#ixzz35VazBD34

3. Wimar Witoelar memposting sebuah foto di akun Facebooknya. Isinya, berupa foto yang memerlihatkan Prabowo Subianto dan elite koalisi Merah Putih yang dipadukan dengan tokoh terorisme.

Menanggapi komentar orang terkait foto dan status yang ia unggah, Wimar tak banyak bicara. Malah, dalam satu komentarnya, ia seakan lepas dari tanggung jawab. “Silakan ribut sendiri,” tulis dia. Bahkan akhirnya WW menutup akun fb dan twiternya.

http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/14/06/19/n7em476-wimar-witoelar-serang-islam

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s