Kindertransport Superman dan Bias Moral Superhero Yahudi

supermanAl kisah, Superman, karakter yang diciptakan Joe Shuster dan Jerry Siegel (keduanya berlatar belakang Yahudi) pada tahun 1933, pada mulanya adalah seorang anak kecil bernama Kal-El yang dikirim ke bumi oleh ayahnya agar luput dari ledakan Planet Krypton, planet di mana mereka hidup.

Kal-El kecil kemudian ditemukan oleh sepasang suami-istri, Jonathan dan Martha Kent, yang kemudian mengadopsinya, menamakannya Clark Kent dan membesarkannya dalam kehidupan yang bermoral baik (bahkan berbau kekristenan karena Jonathan dan Martha Kent digambarkan sebagai pasangan Kristen, agama mayoritas di Amerika Serikat, di mana Joe dan Jerry menjadi penduduk).

Karena pengaruh moral yang baik ini, Clark memakai kekuatan super-nya untuk membela yang tertindas, bagi kebenaran dan keadilan. Untuk menjaga identitasnya, dia menjalani hidup ganda—Clark Kent, sang reporter dan Superman, sang penyelamat dunia.

Kisah pengungsian Superman kecil ke bumi ini merupakan paralel dengan peristiwa nyata sekitar tahun 1930-an itu, di mana banyak anak-anak Yahudi yang dititipkan oleh orang tua mereka kepada tetangga-tetangga mereka untuk dilarikan ke luar negeri demi menghindari Kindertransport (dimana jutaan anak-anak Yahudi dikirim ke kamp konsentrasi untuk kerja paksa).

Mereka yang tidak lagi berguna (baca: tidak dapat bekerja) akan dibunuh dengan berbagai cara yang tidak manusiawi. Mirip dengan kisah Superman di bumi, maka anak-anak Yahudi ini pun kemudian banyak yang menjadi orang-orang sukses dan dihormati di negara pengungsian mereka.

Perkembangan dari cerita ini, dalam film “Superman Returns”—besutan Bryan Singers yang dianggap gagal, Superman dikisahkan mempunyai seorang anak, Jason, di luar nikah dengan Louis Lane, yang telah ditinggal Superman selama lima tahun dan kemudian hidup bersama pria lain, Richard White, tanpa terikat pernikahan karena Louis tidak bisa melupakan cintanya kepada Superman.

Superman yang pada awalnya menyangka Jason adalah anak hasil pernikahan Louis dengan Richard, baru mengetahui hubungan darahnya dengan Jason pada akhir film sedangkan Louis Lane tidak pernah mengetahui bahwa Clark adalah Superman. Ini adalah suatu situasi yang sangat menggambarkan nilai-nilai yang ramai dipasarkan Hollywood dan dianut negara-negara Barat.

Setiap bentuk media (baik film, lagu, komik, dsb.) adalah penuangan ide seseorang yang tidak lepas dari kepercayaan dan worldview-nya. Mengapa muncul istilah dan tokoh superhero? Karena keduanya mencerminkan ketidakpuasan manusia akan keadaan hidup dan ketidakberdayaan mereka untuk menyelesaikan permasalahan dan memerangi kejahatan yang menimpa mereka. Hal ini menunjukkan bahwa dosa adalah fakta. Dan begitu pula sebaliknya, fakta tertentu adalah dosa.

Banyak orang yang mengidolakan superhero ini. Padahal banyak bias moral di balik kepahlawan Superman. Dalam setiap film dan komiknya, Superman juga mengajarkan kepada kita moral yang tidak beres dan rusak (free-sex, hamil di luar nikah, kumpul kebo).

Superhero yang diidolakan oleh begitu banyak penggemar beratnya sedang menuntun para penggemarnya kepada suatu standar hidup yang rusak. Inilah kebahayaan yang disodorkan yang seringkali para orangtua tidak menyadarinya dan dengan piciknya kita berpikir, toh itu kan cuman komik, itu kan cuman cartoon. Kita lupa bahwa setiap film, setiap tulisan, setiap karya manusia berdosa yang tidak kembali kepada kebenaran, pasti membawa nilai-nilai dunia berdosa yang sedang membusuk.

Memang bukan hanya Superman saja yang mempunyai bias moral seperti ini. Semua tokoh hero karya Barat selalu punya sisi ini. Jika James Bond jelas diperuntukkan untuk orang dewasa, Superman sudah menyasar pada anak kecil. Tidak apa hidup bersama tanpa nikah, tidak apa berzina, yang penting berguna untuk umat manusia. Dua hal ini tak bisa disatukan dalam Islam. Dan alakuli haal, dalam kepercayaan Yahudi, itulah yang menjadi garis besar kehidupan.

Sumber : http://knrp.org

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s