Menjelang Pilgub Jabar

Gubernur Jabar Ahmad Heryawan berceramah di hadapan ribuan warga saat Hari Raya Idul Adha di Lapangan Gasibu, Kota Bandung, kemarin. Makna Idul Adha adalah pengorbanan dari sebuah keluarga ideal, yakni Nabi Ibrahim sebagai ayah, Siti Hajar sebagai ibu, dan Nabi Ismail sebagai anak.

BANDUNG – Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengatakan, makna Idul Adha adalah pengorbanan dari sebuah keluarga ideal yakni Nabi Ibrahim sebagai ayah, Siti Hajar sebagai ibu, dan Nabi Ismail sebagai anak. “Makna Idul Adha itu identik dengan pengorbanan. Khususnya pengorbanan dari Nabi Ibrahim, Hajar, dan Nabi Ismail,” kata Heryawan dalam khutbah Idul Adha 1433 Hijriah di Lapangan Gasibu, Kota Bandung, kemarin.

Menurut dia, ketiga tokoh tersebut memiliki kepribadian yang luar biasa dan menghimpun segala keutamaan dan kebaikan. “Salah satu kata kunci yang menjadikan keluarga ini menjadi monumen sejarah adalah jiwa pengorbanan mereka,” kata dia.

Dia memandang, makna pengorbanan di dalam perayaan Idul Adha tersebut bisa memiliki dua arti. “Yang pertama adalah mendekatkan diri kepada Allah SWT, dan juga mengorban sesuatu yg kita senangi. Dalam artian waktu, kesenangan untuk kebaikan masyarakat banyak. Termasuk dalam arti menyembelih hewan kurban,” kata dia. Pada kesempatan tersebut pihaknya mengajak kepada masyarakatyangmampusecara materi untuk berkuban lebih dari seekor sapi. “Hewan kurban minimal bagi orang yang mampu satu ekor domba atau sepertujuh sapi/kerbau. Itu minimal yah, orang kaya bisa satu ekor sapi sendirian,” tandas dia.

Pemprov Jawa Barat menghimpun 1.688 ekor hewan kurban yang dijaring dari PNS di lingkungan Pemprov. Hewan kurban itu dikumpulkan melalui gerakan 1.000 hewan kurban dalam menyambut Idul Adha 1433 H. “Gerakan ini bertujuan menggali potensi kurban dari para PNS. Alhamdulillah, kami berhasil menjaring 1.688 ekor hewan kurban yang terdiri dari 779 ekor sapi dan 909 ekor domba,” kata Gubernur Jabar Ahmad Heryawan seusai menggelar salat Idul Adha di Lapang Gasibu, Jalan Diponegoro, Bandung, kemarin.

Sebanyak 262 ekor hewan kurban yang terdiri dari 239 ekor sapi dan 24 ekor domba akan didistribusikan oleh Biro Pelayanan Sosial Dasar. Pendistribusiannya meliputi berbagai daerah bencana, daerah miskin, pondok pesantren, DKM/madrasah/majelis taklim, panti asuhan, dan panti cacat yang tersebar di 26 Kabupaten/kota se-Jawa Barat.

Sisanya akan didistribusikan oleh masing-masing OPD (organisasi perangkat daerah) di lingkungan Pemprov. “Kami juga distribusikan sampai Ujung Genteng (kawasan pantai terjauh di Kabupaten Sukabumi),” kata Heryawan. Tahun depan jumlah hewan kurban ditargetkan 2.000 hewan agar kaum yang membutuhkan lebih banyak yang terbantu dan bisa lebih menikmati Idul Adha.

Kurban Wujud Kesalehan Sosial

Penyembelihan hewan kurban oleh umat Islam pada perayaan Idul Adha, selain sebagai wujud ketaatan kepada perintah Allah SWT, juga merupakan bentuk nyata dari kesalehan sosial. Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan, kurban adalah media ritual selain zakat, infak, dan sedekah yang disiapkan Islam untuk mewujudkan sikap kepekaan sosial. “Jika kita benar-benar dapat menanamkan sikap kurban dalam kehidupan sehari-hari maka berbagai masalah sosial seperti kemiskinan, ketamakan, korupsi sekalipun, mau menang sendiri, selalu mengambil jalan pintas, tentu akan terkikis dan kita hilangkan,” ujar Hatta saat menjadi khatib salat Idul Adha di Masjid Baitul Makmur, Perumahan Telaga Sakinah, Cibitung Bekasi, Jawa Barat, kemarin.

Hatta mengatakan, Islam telah mengajarkan umatnya untuk menyantuni fakir miskin, kaum duafa, anak-anak yatim piatu, memberikan infak dan sedekah kepada kaum duafa serta memelihara anak yatim. Semua itu menurutnya merupakan bentuk awal dari kesetiakawanan dan kesalehan sosial. Ibadah kurban yang ditunaikan oleh kaum muslimin yang berkemampuan melaksanakannya di seluruh muka bumi, lanjut Hatta, memiliki dua makna: kesalehan ritual dan kesalehan sosial.

“Kesalehan ritual berarti semangat kita untuk berkurban, kita patuh melaksanakan perintah Allah SWT, tidak ada diskusi ketika Allah memerintahkan kepada kita. Dan kesalehan sosial adalah semangat kita berkurban untuk berbagi kepada sesama,” ungkap Hatta di hadapan ribuan jamaah salat id. Sejarah mencatat, Nabi Ibrahim AS telah diajarkan dengan keteladanan yang sangat berharga dalam menghadapi ujian dan cobaan yang mahaberat dengan mengorbankan putra kesayangannya, Ismail, untuk disembelih.

Berkat pengorbanan Nabi Ibrahim dan keteguhan Ismail, atas kuasa Allah SWT, justru yang disembelih adalah seekor domba. Peristiwa ini, menurut Hatta, sekaligus menghentikan peristiwa-peristiwa pengorbanan manusia pada zaman jahiliah menuju pada pengorbanan hewan. Semangat berkurban yang dicontohkan oleh Nabi Ibrahim haruslah dimaknai dalam arti yang luas. (atep abdillah kurniawan/ rarasati syarief/ ant)

Sumber: Harian Seputar Indonesia – Sabtu, 27 Oktober 2012

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s