Tanya Kenapa

****

Tanya kenapa????, hari-hari ini berlalu tanpa ku tahu apa yang telah berubah atas diriku.

Rutinitas hidup, telah membuatku terlena dalam kehampaan ruhiah.

****

Begitulah lika liku rentang kehidupan manusia, hampir setiap orang mengalami hal tersebut.
Rutinitas aktifitas keseharian telah membawa banyak orang ke dalam arah hidup yang sempit, yang hanya memberikan prioritas

lebih dalam skala keduniaan semata, tanpa memperhatikan prioritas yang lain, yaitu kehidupan setelah kematiannya.

Terkadang rutinitas tersebut menembus batas kewajaran antara hak dan kewajiban.

Sebagai seorang karyawan yang tahu akan kewajibannya, tentunya wajib baginya untuk menuntaskan rutinitas pekerjaan

sehari-harinya, di sisi yang lain tugas kemasyarakatannya juga telah menunggu di hadapan, ataupun mungkin hak-hak keluarganya

yang terkadang belum terpenuhi secara sewajarnya.

Melihat beberapa hal tersebut di atas, sungguh suatu kearifan apabila beberapa orang di antaranya, telah mempersiapkan dan

telah mengantisipasi akan adanya kesibukan-kesibukan yang menghadang tersebut, sehingga manajemen waktu menjadikannya sebuah

keharusan yang tak tertinggal hanya di atas kertas putih atau di filling hardisk komputer, ataupun mungkin hanya sebatas

rencana yang masih dalam batas wacana.

Untuk sebuah renungan, alangkah bijaksananya apabila waktu yang kita peroleh dari rahmat Allah ini, bisa dimanfaatkan sesuai

dengan porsinya, sehingga akan mengurangi rutinitas yang hampa ruhiah, ataupun kering tanpa kedekatan ilahi. Terlebi sebagai

seorang muslim, seluruh agenda dalam beraktifitas senantiasa mengedepankan nilai-nilai kebenaran dan keadilan. Sebagai misal

bagaimana seseorang dapat mengejar suatu prestasi dengan jalan yang benar, niat yang benar dan dengan sarana maupun prasarana

yang benar.

Untuk renungan tersebut mari kita coba belajar berhitung, berapa persen waktu untuk aktifitas kita di kantor, berapa persen

waktu kita untuk keluarga, berapa persen waktu kita untuk masyarakat dan Berapa Persen waktu kita untuk ALLAH SWT …???

Sebagai hitungan kasar : untuk bekerja di kantor rata-rata para pegawai masuk jam 8 pagi dan pulang jam 5 sore, sehingga

total untuk bekerja dalam satu harinya memakan waktu : 10 Jam. Sedangkan untuk keluarga terbagi menjadi 2, pagi : antara jam

5 sampai jam 7, sore : jam 7 sampai jam 9 malam, sehingga total untuk keluarga 4 jam dan sisanya setelah dikurangi waktu

tidur adalah untuk Masyarakat dan untuk berjumpa dengan Allah.

Ambil rata-rata orang tidur sekitar 7 jam, sehingga sisa waktu tinggal 3 jam.

Yah .. rata-rata 3 jam perhari waktu kita untuk bermasyarakat dan bermunajat dengan sang Kholiq

Sudah sejauh mana kita bisa memanaje waktu 3 jam sisa tersebut …?????

“Dan tidak kuciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepadaKu” (QS. 51:56)

Tentunya kita harus meyaqini bahwa seluruh rutinitas waktu kita adalah dalam rangka ibadah kepada-Nya, sudahkah kita ??
 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s